Saturday, December 3, 2022

Tanggal Test Pack pun Tiba

Bismillahirrahmaanirrahiim 

Alhamdulillahirrobil 'alamiin.. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Setelah malamnya mencoba tidur cepat, Alhamdulillah hari esok tiba juga.... Walaupun masih jam setengah 2 pagi wkwk. 

Jadi malamnya kan saya udah tidur cepet.. Karena udah ga sabar pengen cepet2 besok. Pas bangun dan cek jam. Eeh ternyata masih jam 10 malem. Wkwkwk...  Trus tidur lagi dan bangun. Eh belum pagi juga masih jam setengah dua. Wkwk.. Cuma akhirnya saya memutuskan untuk langsung test pack aja karena udah kebelet pipis. FYI, baiknya kita test pakai urin yang tidak dikeluarkan minimal 4 jam sebelumnya. Agar kadar hormon kehamilan yakni HCG cukup terakumulasi. Itu kata kemasan test pack ya bukan kata saya. Hihihi..

Ya udahlah tuh dengan hati-hati dan super deg2an, saya tes. Alhamdulillah garis dua walaupun satunya samar2 banget.
(apakah Anda melihat garis samar itu?)  wkwk.. 

Saya senang banget dengan hal ini karena katanya, walaupun samar namun itu bisa jadi pertanda benar hamil. Namun karena di awal kadar HCG masih rendah maka wajar jika warna yang dihasilkan sangat muda. Terlebih, setelah berulang kali melakukan uji kehamilan, itu adalah pertama kali muncul garis dua. Sebelumnya bener2 putih bersih aja. 

Kemudian saya WA klinik untuk melaporkan hasilnya. Dan saya diinstruksikan dokter untuk tes darah di jam 9, konsultasi di jam 14. Ya sudah akhirnya ke klinik.. Dan singkat cerita. .

Beneran saya positif hamil ❤
Jadi jumlah hormon HCG saya 208,9. Alhamdulillahirrobil 'alamiin. Benar-benar syukur dan gembira yang tidak terkira... 

Lalu... Untuk yang penasaran tips-tips kesuksesan promil ini... Keep on reading... Heheheheh

1. Doa doa doa
Ya... Ternyata selama ini saya salah. Kadang hal pertama saat kita tertimpa masalah adalah cari jalan keluar. Padahal... Yang pertama kita harus minta pertolongan dulu. Utarakan kegalauan dan perasaan kita pada Allah..

Gara-gara inseminasi ini, saya mempelajari lagi bagaimana adab berdoa. Dan benar ternyata selama ini saya belum berdoa sesuai adab. Jadi ternyata doa itu kalau bisa ada suaranya lirih. Lalu harus yakin akan terkabul. Kemudian, hati kita harus fokus ga boleh kemana-mana pikirannya. 

Lalu dibuka dan ditutup dengan memuji Sang Pencipta Allah juga bersholawat. Ohya saya diberitahu juga tentang doa yang jika kita membacanya maka Allah pasti mengabulkan. Doa itu adalah:
Semua itu saya terapkan,  bi idznillah (atas izin Allah)  Setelah itu baru diberi ilham2...  Seperti: 

2. Sebelum insem suami banyak istirahat. H-1 makan kerang dan makan red meat. Agar kualitas sperm jadi bagus

3. Saya ga bed rest abis tindakan insem... Karena saya khawatir tambah stres kalau ga ngapa2in. Banyakan bed rest of course berdampak pada meningkatnya screen time kan. Dan saya ga mau itu. Saya mau perubahan rutinitas yang se smooth mungkin biar ga stres. 

Tentunya masalah cucian saya serahkan ke Laundry. Karena kalau ngurus cucian kan makan tenaga dan pikiran banget kan. Jadi saya ngerjain kerjaan rumah selain itu. Dengan catatan: saya benar2 usahakan ga pergi dan setiap kerja ada jedanya. Jadi ga beberapa kerjaan dilakukan berturut-turut. Dan hindari angkat2 barang berat. 

4. Keyakinan yang amat sangat
Balik lagi ya ke intangible things. Jadi di awal tentunya kita dalam posisi yang galau karena kemungkinannya ada dua: berhasil atau gagal. Namun di pekan kedua penantian, ada sebuah bisikan yang mengatakan: tenang aja, kamu hamil. 

Lalu aku kembali mengingat, ohya kan kalau doa kita disuruh yakin. 
Ya udah seketika hati saya jadi tenang dan gembira dengan perasaan itu. Karena saya sudah mengamalkan adab berdoa: yakin doa kita dikabulkan. 

Setelah itu baru Allah kasih ilham lagi beberapa hal untuk menjadi 'konten',  atau bahan saya meminta seperti:

1. Ya Allah.. Karuniakan hamba anak yang sholih sholihah yang akan menjadi kegembiraan hamba, qurrata'ayun, yang akan hamba didik untuk berjuang di jalanMu. InsyaAllah anak ini juga akan menjadi perekat hubungan hamba dan suami. 

2. Ya Allah saya sangat membutuhkan anak ini karena saya tidak mau lagi menjalani rangkaian program hamil yang panjang, melelahkan dan menyakitkan. Ya Allah saya ingin hamil sekarang, agar hamba dapat mendidik anak hamba saat usia hamba masih muda dan fisik hamba masih bugar. 

3. Tundukkan hati kita dan buat Allah kasihan sama kita. 
Ini juga termasuk ada berdoa yaitu kita mengakui kelemahan diri dan ketidakmampuan kita. Ibaratnya kata ibu saya, kita mengemis sampai 'ndlosor'. 
Jadi saya menyebutkan 
"Ya Allah sudah 9 tahun hamba menunggu.
Ya Allah sudah berapa banyak dokter yang hamba datangi. 
Berapa banyak orang yang hamba mintai bantuan.
Sudah berapa kali hamba USG tapi belum pernah ada wujud bayi. 
Sudah banyak cara yang hamba coba. Sudah berapa kali hamba merasakan sakitnya  HSG,  akupunktur, laparoskopi.... 
Sudah berapa banyak harta yang kami keluarkan untuk program hamil.. 

Ya Allah kasihanilah kami ya Allah. Semoga kali ini usaha kami membuahkan hasil karena hamba tidak mau lagi merasakan lelahnya bolak balik klinik tiap malam dan sakitnya disuntik.

Kami tidak mau lagi melanggar syariatMu karena setiap analisis sperma, suami harus menonton dan melakukan sesuatu yang dilarang. 

Ya Allah berikanlah kesuksesan pada program inseminasi kali ini agar kami bisa move on. Agar harta, waktu dan tenaga kami dapat kami gunakan untuk hal lain yang lebih produktif.

4. Ingatlah bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala Dialah yang mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan, yang menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api, yang membelah lautan untuk Nabi Musa, yang memperjalankan Nabi Muhammad dalam satu malam ke tempat-tempat yang sangat jauh.

Dialah yang melakukan semua itu.... Maka untuk doa kita pastilah Allah juga Maha Kuasa mengabulkan. Kita sebut hal ini sebagai doktrin pada diri kita sendiri, segitu berkuasanya lho Allah. Yakinlah untuk membuat kita hamil, itu bukanlah hal yang mustahil. 

5. Terakhir kita bertawakkal. 
Mungkin kita bingung ya bagaimana cara tawakal itu. Kalau versi saya sih... Tenangkan hati karena kita sudah lakukan yang bisa kita kontrol: usaha doa dan usaha fisik. Tawakkal adalah bentuk iman juga karena kita mempercayakan Allah untuk menjadi "wakil". Yang akan ngatur urusan kita. Kata orang We must do the best, and let Allah do the rest. 

Biar mantep panjatkan doa tawakkal.. Jadi doa ini terdapat pada doa keluar rumah dan doa sebelum tidur.. 




Gitu deyyhh
Segitu dulu ya.. Bye ❤
Subhanakallahumma wabihamdika. Asyhadu alla illa haila anta. Astaghfiruka wa atuubu ilaih




Monday, November 21, 2022

Biaya Lengkap Inseminasi

Bismillahirrahmaanirrahiim 

Untuk melengkapi rangkaian perjalanan inseminasi saya, saya akan berbagi mengenai jumlah yang telah kami keluarkan untuk menjalani inseminasi. Namun perlu diketahui bahwa pastinya treatment tiap orang beda yah. Pokoknya di sini saya mau kasih tau kalau biaya yang akan dikeluarkan tergantung dari seberapa sering kita konsultasi dokter, seberapa banyak suplemen yang diperlukan, seberapa banyak dosis suntikan pembesar sel telur (di kwitansi namanya Menopur). Oke silahkan cek
Jadi sebelum tindakan,  suami perlu dicek dahulu spermanya. Namun kalau terakhir cek masih kurang dari 3 bulan maka ga perlu analisia lagi. 
Di pertemuan ini (berarti H+5 setelah kontrol pertama) sekalian bayar suntikan pembesar telur sebanyak 3 kali. 

Ini saat kontrol saat sudah disuntik kedua untuk melihat respon tubuh terhadap suntikan.. Kalau emang membesar maka itu pertanda tubuh merespon baik suntikan pembesar..

Karena sel telur saya waktu itu belum cukup besar, maka perlu satu lagi suntikan. 

Keesokan harinya.. Saya kontrol lagi. Alhamdulillah sudah cukup ukurannya jadi Alhamdulillah malam jam. 20.00 bisa disuntik pemecah. Di konsul ke 4 ini saya langsung bayar biaya suntik pemecah juga... Sekaligus biaya tindakan insem.. Kwitansi dipisah dan lampirannya ada di bawah ini

Abis udah insemnya saya buru2 aje mau pulang. Ternyata ada obat yang harus diminum... 
Obat Microgest dan Progynova ini rupanya merupakan obat hormon. Microgest diminum saat perut kosong dan harus dijeda dgn obat lain min. 1 jam. Jika Progynova boleh diminum langsung abis makan ..tapi juga harus dijeda sejam ama obat lain. Dan ohya, mereka juga harus diminum di jam yang sama setiap harinya. Udah segini aja gelar kwitansinya wkwk. Total total kami abis hampir 14 juta kemarin. Kayaknya masih tergolong mirah kalau dibanding sama yang lain. Gatau juga sih


Sunday, November 20, 2022

Diari Inseminasi

Setelah gagal sebanyak 4 kali dalam program alami,  saya dan suami akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah inseminasi. Keputusan ini agak "dipaksakan" sih karena sebenarnya kami belum benar2 menabung untuk biayanya. Namun atas dorongan dari suami, akhirnya di akhir Oktober kami memulai rangkaian proses inseminasi. Pertimbangannya, kami takut harus melewati tahap pemeriksaan dari awal lagi. Di sisi lain saya bersyukur banget kali ini suami yang bersemangat. ❤

Tanggal 31 saya mens, jadi saya periksa pada keesokan harinya,  tanggal 1 November. Setelah menyampaikan niat untuk inseminasi kepada dokter, akhirnya saya disuruh kembali lagi 5 hari setelahnya. Saat itu saya "dibekali" dengan suplemen dan obat pembesar telur. Suami juga disuruh untuk Analisis Sperma (AS) ulang.

Di hari kelima saya kembali dan malamnya saya disuruh datang untuk disuntik pembesar telur. Dokter bilang minimal tiga kali.. Jadi ada target ukuran telur 18mm untuk dapat melakukan tindakan inseminasi. Teman saya yang sudah pernah inseminasi dan berhasil hamil, perlu 5 kali suntikan untuk mendapat ukuran sel telur ideal. Ohya, dokter juga berpesan agar saya berhubungan dengan suami di hari itu dan atau keesokan harinya. Dan batas terakhir berhubungan di tanggal 8.

Dalam hati saya percaya diri saya cuma butuh tiga suntikan aja... (tapi lupa berdoa)  wkwk... Saya berasumsi bahwa teman saya itu PCOS sementara saya nggak. Jadi kemungkinan besar saya tidak perlu disuntik sebanyak dia. Namun data berkata lain. Di hari ketiga suntik saat saya periksa dengan dokter lagi, diketahui bahwa sel telur saya masih belum memenuhi target ukuran sel telur untuk inseminasi yakni 18mm. Ukuran sel telur Hayati baru 17mm bestiee

Jadi saya butuh sekali suntik lagi. Agak kaget dan down rasanya. Karena itu berarti saya harus kembali lagi di malamnya untuk suntik pembesar lagi. Kemudian  keesokan harinya juga..sebanyak dua kali..  Siang untuk periksa perkembangan sel telurnya, dan malamnya untuk suntik pembesar (jika memang belum juga memenuhi target)  atau untuk suntik pemecah (jika ukuran sudah 18mm).

Ga mudah sih untuk menerima kenyataan ini. Karena jarak yang harus saya tempuh lumayan jauh yaitu 9 km..  Di hari itu saya memutuskan untuk makan cokelat untuk mengobati galaw 🍫

Saya sempat berpikir... Apa cukup ya 17mm... Ga usah suntik lagi. Jadi rencana saya mau bilang ke dokternya, "Dokter, kayaknya saya mau langsung suntik pemecah aja deh dok... Kayaknya saya udah ga sanggup lagi deh. Capek dok" ..tapi saya mikir-mikir lagi... Takut nantinya saya akan menyesali hal ini karena udah setengah jalan kaan...  Jadi yang saya lakukan adalah memohon kekuatan dari Yang Maha Kuat.. Dan memohon kelapangan hati dari Yang Maha Menciptakan.. 

Esoknya dengan semangat baru dan keadaan hati yang membaik, saya pergi ke klinik untuk menemui dokter. Karena saya pasien inseminasi, maka saya diberi privilege mendapatkan nomor antrian satu. Hal yang sangat saya syukuri sehingga masa menunggu bisa lebih singkat. Alhamdulillahirrabbil 'alamiin Puji syukur ternyata di USG tampak bahwa sel telur saya telah cukup besar sehingga nanti malam bisa disuntik pemecah. ❤ Saya juga dijadwalkan untuk insem hari Ahad. 

Alhamdulillah dilakukan suntik pemecah malam itu. Saya mendapatkan dua dosis suntikan pemecah karena sel telur saya sebanyak 3 butir.. Jadi saya butuh dosis agak banyak agar ketiganya pecah. Nama obat suntiknya Koragon. Saya ingat di malam Sabtu pukul 20.00.  Saya pulang dengan rasa yang teramat lega karena itulah saat saya terakhir keluar malam. Kenapa saya sangat concern sama hal ini?  Karena saya tidur abis Isya bestie. Lol

Besoknya saya istirahat seharian.. Sambil memikirkan strategi bagaimana untuk menahan pipis. FYI, karena insem akan dibantu dengan USG abdomen, maka disyaratkan sang ibu untuk minum banyak namun tidak BAK di satu jam sebelum tindakan. Karena bagian dalam rahim akan terlihat jelas saat kandung kemih penuh. 

Hari Ahad pun tiba. Suami berangkat terlebih dahulu satu setengah jam sebelum  tindakan. Hal ini dimaksudkan agar sperma diambil untuk kemudian "dicuci" dan dipilih sel yang paling bagus. Kemudian saya berangkat di pukul 12 lebih.... Setelah sholat dhuhur pas. Dalam kondisi udah agak banyak minum dan mulai kebelet. Btw,  saya udah nahan ga pipis sejak 11.30. Harusnya ga perlu sedini itu. Karena jika insem akan dilakukan pukul 13.00, saya hanya perlu nahan BAK sejak jam 12 aja. Tapi saya maunya totalitas bestiee.. 

Saya buru - buru pergi ke klinik karena takut rasa kebeletnya bertambah. Benarlah di seperempat terakhir perjalanan mulai terasa hihihi. Lalu saya sampai di klinik dan menunggu dokternya. Tunggu punya tunggu, dokter tak kunjung datang hingga pukul 13 padahal rasa ingin pipis rasanya memuncak. Sudah tak tahan lagi, akhirnya saya putuskan untuk ke toilet. Saya pikir toh nanti bisa minum lagi. Ditambah dengan ruangan yang dingin berAC plus hujan sedang turun, Alhamdulillah benar tak lama kemudian ada rasa kebelet lagi. 

Sekitar jam 13.30 seorang suster datang dan mempersilahkan saya memasuki ruang tindakan. Rupanya dia bertugas mempersiapkan saya sebelum dokter turun tangan. Literally turun tangan wkwk. Saya disuruh melepas celana dan duduk di ranjang khusus. Kaki dibiarkan menggantung di pojok bawah ranjang. Tak lama dokter datang dan menyapa saya. Dia bilang, "Sudah nahan pipis ya bu? " saya belum sempat jawab dia melanjutkan.. "sudah yah" hihihi

Kemudian beliau mengajak saya bercanda dan mengobrol ringan sambil tangannya tetap bergerak. Ada satu suster yang datang membawa sel sperma dan kemudian suster itu mengonfirmasi nama saya, nama suami serta tanggal lahir suami. Ya, segala kemajuan teknologi yang ada untuk program kehamilan diperbolehkan dalam syariat namun dengan satu syarat: sel sperma harus dari suami yang sah. 

Begitu dokter memulai kerjanya, saya langsung tutup mata karena dengan begitu saya bisa lebih mudah fokus dan menguasai diri. Saya nervous banget sehingga harus atur napas. Kemudian dokter menginfokan bahwa sebentar lagi dia akan menyuntikkan sperma ke rahim. Dan setelah itu.. Udah selesai.  Saya lihat jam ternyata masih jam 13.46 . Jadi total waktu tindakan sekitar 15 menit. Bentar emangg... Tapi persiapannya..... Subhanallah...

Abis itu disuruh diem dulu tiduran sambil pinggul diganjal bantal selama 15 menit. Udah abis itu boleh pulang berbekal obat penguat kandungan (microgest dan progynova) serta antibiotik. Abis itu saya diinfoin untuk berhubungan lagi nanti malam setelah untuk puasa berhubungan sampai tanggal 28.

Terus apa yang harus dilakukan pascainsem?  Saya pernah tanya sama dokter, sebetulnya perlu bed rest ga sih abis insem? Terus dokter Mira bilang, aktivitas biasa aja gapapa. Sementara pas saya konsul dr Kamilah (karena waktu itu dr Mira berhalangan datang di jadwal cek telur 1 abis suntik pembesar kedua)  beliau bilang baiknya istirahat dulu. Jadi saya putuskan ambil jalan tengahnya.. Saya tetap kerjain house chores tapi santai puol... Minus cuci baju dan ngepel... Jadi saya pakai jasa antar jemput laundry dan saya minta tolong seseorang untuk bantu ngepel seminggu sekali.. Sekarang saya lagi harap-harap cemas menunggu tanggal 28 untuk test pack.. Kalian bantu doa dong 💜







Monday, November 7, 2022

Menuju Inseminasi: Mengelola Ekspektasi

Program kehamilan bukan saja tentang sebuah usaha fisik. Namun juga usaha Lebih dari itu, program hamil menuntut para pejuang garis dua untuk menata hatinya.

Gimana nggak? Coba hitung sendiri tenaga yang udah dikeluarkan, waktu yang sudah dihabiskan, belum lagi harta yang dibelanjakan untuk konsultasi, obat, suplemen.. 

Sebagai gambaran, ini pengeluaran kami untuk program alami bulan Mei kemarin


Jadi Mei itu merupakan permulaan siklus program. Saya diperiksa USG TransV dan diresepin suplemen untuk suami istri sekaligus obat pembesar telur untuk diminum selama 5 hari.

9 hari kemudian dokter menyuruh saya kembali untuk diberi suntikan pemecah telur. Sehingga proses ovulasi dapat lebih mudah diprediksi dan waktu berhubungan dapat lebih dikerucutkan. 

Selain dari segi materi, dari segi mental juga proses ini tidak mudah. Kita harus dihadapkan pada sesi konsultasi demi konsultasi yang melelahkan...  Waktu menunggu yang membosankan, juga terkadang rasa sakit pun harus kita tanggung. Dalam kasus saya, minum suplemen pun tidak mudah. 

Jadi ternyata ada suplemen yang membuat saya mual dan kembung. Sehingga pada akhirnya, lewat saran dari dokter di HALODOC, saya mengetes satu persatu suplemen yang membuat produksi asam lambung tinggi.

Lantas, dengan sebegitunya perjuangan ini.. Wajarkah kita untuk berharap tinggi? Inilah PR terbesar saya ketika memulai wacana untuk inseminasi. Selain faktor biaya, yang harus disiapkan paling utama adalah mentalitas.

Karena kembali lagi, ketika sudah berusaha lebih, bukankah otomatis kita berharap lebih? Tak seperti kata banyak orang, usaha tidak mengkhianati hasil. Sebaliknya, usaha dapat kita kendalikan. Namun hasil bukan kekuasaan kita. 

Saya lebih setuju, jika kita sedang berikhtiar lebih, maka doa kita harus juga lebih. Kita perlu ingat bahwa ikhtiar utama haruslah berbentuk doa. Karena doalah yang dapat membuat segala keajaiban. Doalah yang dapat membuat mu'jizat yang tidak terpikir nalar manusia. Doa juga merupakan bentuk nyata implementasi tauhid. 

Dan seperti kata Ustadz Firanda.. Pasti dikabulkan, kecuali memang hal itu kurang maslahat atau ada penghalang -penghalang yang menyebabkan doa kita belum terkabul. 

Jadi..  Marii kita berdoa. 
Berdoa mulai ❤



Tuesday, November 1, 2022

Promil di fase: Program Hamil Alami

Maksud program alami di sini yaitu dalam pengawasan dokter, dibantu obat dan diatur jadwal berhubungan (HB)  yess

Sekarang di fase itu ikhtiar kami.. Setelah promil sempat terhenti karena covid dan liburan lebaran.  Seperti biasa aku datang ke klinik di hari kedua-ketiga haid. Kemudian dokter periksa dalam. Setelah itu beliau menyuruh datang di 9 hari setelah tanggal HPHT untuk mengecek besarnya telur. Pulangnya di meja kasir saya diresepkan beberapa suplemen dan obat pembesar telur. 

Di tanggal dokter memerintahkan untuk konsultasi lagi, beliau mengecek besar telur kemudian memberi range waktu kapan sebaiknya HB. 

Qadarallah saya belum hamil. Kemudian mampirlah itu varian omicron di tubuh saya dan suami. Qadarallah... Pertama paksu yang kena.. Abis itu sayapun ketularan disebabkan oleh bucin wkwk

Kemudian balik lagi di akhir April kalau ga salah. Periksa lagi.. Dengan metode yang hampir sama tahapan tadi diulang.. Lalu setelah itu belum juga.. Dan Ramadhan dan lebaran tiba...

Istirahat selama lebaran (ya masa mau gangguin libur dokternya wkwk)  plus saya jg pulkam jadi bulan Mei akhir deh sempet konsul lagi. 

Diawali dengan USG transV kemudian dokter berencana untuk kembali menerapkan program hamil alami.. Namun sekarang ditambah suntik pemecah telur. Jadi karena tanggal ovulasi itu tidak dapat dipastikan waktunya antara 7 hari, fungsi injeksi ini agar jadwal pecahnya telur jadi lebih pasti sehingga jadwal HB dapat dikerucutkan. 

Dokter "memerintahkan" kami untuk berhubungan selama 3 hr berturut-turut di pagi dan malam hari. Capek ga sis?  Jujur ga berturut-turut juga akhirnya karena ga sanggupp. Wkwk.. Setelah itu saya diresepkan obat penguat kandungan selama 5 hari (apa 7 hari ya lupa) ... Mereka bilangnya jam berapa aja asal di waktu yg sama. Namun saya memutuskan minum di jam 8 dan turns out pas browsing-browsing bener katanya lebih baik malem minumnya karena efeknya bikin pala puyeng 😵😵😂😂😂

Terus ya udah singkat cerita kami gagal lagi promil bulan Juli 2022... (sekarang pas nulis dah November) 
Udah ringan sekarang ceritanya mah.. Padahal pas abis banget kejadian rasanya ga karuan 😂

Oke segitu dulu ceritanya..insyaAllah nanti sambung lagi ❤


Sunday, February 13, 2022

HSG untuk Kali Ketiga (HCG diploma?)

Hai hai hai pejuang garis dua semua! 

Lanjut yaa cerita lagi
Kemarin kan udah ke Ovarya tuh ketemu dr Mira lagi. Terus beliau cek "bawah" lagi pake USG transV. G bilang apa2 sih tapi aku asumsikan bagus..ga kenapa napa rahimnya(InsyaAllah) .

Terua beliau bilang, "kita mulai program hamil alami ya bu? " .. Tak ada tanggapan lain selain MANUT, Doc! 

Terus dokter bilang, pas laparoskopi saya lihat tiba sebelah kanan kok ga ada ketumpahan cairan ya..  Ya udah HSG lagi ya bu?  
Tak ada tanggapan lain selain MANUT, Doc! Walaw hati gemeterrr...  Tidakk... HSG lagii??!! 

HSG dijadwalkan di hari ke 9 saya haid... Di hari ke 11 saya disuruh "sowan" dokter lagi untuk cek telur. Baiqlah. 

Menanti hari HSG terasa lama..  Saya banyak2 berdoa minta kekuatan dan semangat kepada Allah. Yang ga aku sukai selain sakit,  juga harus menahan diri ga berhubungan sama suami dulu. Wkwkwkwk

Ya udah lah.. Sembari diri ini mengais-ngais motivasi yang ada di sekitar. Lihat anak tetangga.. Saya doa. Lihat anak selebgram di IG. Saya doa. Membayangkan saya akan punya juga bocah segemes itu. Tak lupa bertanya pada sahabat lewat WA,  what is the best thing about having baby?  

Saya semakin percaya, doa yang belum dikabulkan ini merupakan hal yang sangaaat baik. Saya jadikan rasa keinginan ini sebagai bahan bakar untuk being mindful to Allah. 

Hari berlalu dan tibalah saat untuk HSG. saya dijadwalkan tindakan jam 10. Saya berangkat jam 9.15. Dari rumah saya udah pakai pembalut dan minum paracetamol. Sesampainya di Bunda saya mendaftar. Setelah itu saya menunggu cukup lama karena ada banyak pasien yang juga perlu dirontgen. Lagi-lagi saya harus bersyukur saya datang ke sini bukan karena sakit. Saya datang ke RS untuk menjemput rezeki saya.

Setelah itu saya dipanggil untuk dibriefing oleh dokter radiologi. Beliau menjelaskan dengan singkat prosedur beserta efek samping yang mungkin akan timbul. Tak lama kemudian dimulailah proses foto. 

Pertama saya diminta menanggalkan semua pakaian kecuali bra dan masker. Lalu mengenakan pakaian operasi gitu yang bolong belakangnya. Eh ya ga bisa dibilang baju  operasi juga sih karena waktu LO aku pakai kimono.. Yang dibuka dr depan. Wkwk

Lalu setelah itu dokter datang dan dimulailah proses HSG. Dokter mengajak saya ngobrol karena saya tegang..  Di HSG 3 kali tak menyebabkan saya menjadi lebih santai menjalani prosedur ini. Tapi karena dokternya ngajak ngobrol. Ya udah saya anggap ini sebagai sinyal bahwa beliau emang lagi pengen ngobrol juga..  Dan apa yang terjadi. Saya ngoceh kaya ga brenti-brenti sampe kayaknya dokter jadi gengges😂😂

Tapi emang agak ampuh sih keknya buat ngurangi nervous. Catet ini sebagai tips yha! 

Setelah itu difoto deh..  Terus pas udah diauruh ke toilet buat pipis. Abis itu pas balik disuruh balik lagi difoto. Abis itu kelarrr... ALHAMDULILLAHIRROBIL 'ALAMIIN

Berita baiknya kata dr Radiologi tuba saya paten dua2nya. 😭😭Alhamdulillah

Long story short, 
Dua hari kemudian saya konsul utk cek telur. Dokter bilang telur saya bagus dan berukuran 21 mm. 🐣
Terus beliau melanjutkan, tiba saya paten dua2nya ga ada perlengketan pasca di LO.. ALHAMDULILLAH 

duh lega banget dengernya...  Sekarang tinggal program alami kata dokternya. Dokter memberitahukan masa subur saya untuk kemudian "memerintahkan" saya untuk berhubungan dgn suami setiap hati kalau bisa selama masa subur. Or at least once every 2 days. Di samping itu beliau juga tetap meresepkan vitamin untuk saya dan suami. 

Ya Allah semoga bulan ini menjadi rezeki hamba tuk hamil.. Aamiin ya Rabb ❤


Monday, January 31, 2022

Males Minum Vitamin

Kemarin agak-agak syok lihat tagihan klinik. Aww 2 juta.. 

Apaan sih mahalnya di manaa.. 
Oh ternyata vitamin lumayan bikin boncos sodara2. Tapi mau mahal kaya apa juga kenapa saya males minumnya ya Ya Allahhh

Ingatlah ini Kala Kau Ingin Menyerah.

Masa Sulit Saat Program Hamil
Bismillah
Saat yang ditunggu pun tiba. Hari itu saat solat subuh, terasa ada yang keluar, setelah dicek benar haid. Hal pertama yang terlintas di pikiran yaitu besok saya harus konsultasi. Namun seketika saya merasa ngeri dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menunggu dokter +antrian di RS Bunda. 

Saya menjadi panik dan langsung bilang ke suami, saya ingin periksa di klinik Ovarya saja. Kalau di klinik dokter terlambatnya tidak selama di RS. Di samping itu antrian juga tidak terlalu banyak karena umumnya terfokus hanya pada pasien promil saja dan pasien dengan moda pembayaran pribadi. Sedangkan di RS maka tercampur dengan pasien yang konsultasi kandungan dan juga pasien asuransi.

Sebenarnya memang di hari Senin itu tak ada praktek dokter Mira di Bunda. Namun keesokan harinya, yaitu di hari Selasa. ada..   Dan memang batas periksa bisa saat mens hari ke 2, hingga ketiga.  Saat suami mendengar permintaan saya, dia terlihat kurang berkenan. Reaksinya sebenarnya dapat ditebak karena sebelumnya pun dia menyuruh saya lanjut di Bunda. 

Namun di kala perasaan saya yang morat-marit kala itu, tanggapan suami yang seperti itu membuat saya amat sangat bersedih. Saya menangis dan meminta agar tidak usah lagi melanjutkan program hamil. Saya merasa pergi ke klinik merupakan tempat yang  less painful. Di sinilah saya merasa mampu untuk menjalankan program yang -menantang ini- kalau bisa dibilang sangat menguras emosi 😢

Saya menolak untuk promil lagi. Saya tak lagi mau mengikuti tindakan HSG lagi. Kenapa saya harus melalui semua ini di saat wanita lain dapat hamil dengan sangat mudah? Saya tidak mau dipaksa untuk menjalankan program hamil di tempat yang saya ga suka-walaupun ada kemungkinan biayanya gratis karena asuransi. 

Perasaan-perasaan itu menyeruak dan menyesakkan dada. Di satu sisi saya ingin lanjut. Namun saya ga mau di RS Bunda. Tapi akhirnya saya guilty feeling karena kalau di klinik berarti menghabiskan uang suami saya. 

............................

Sekitar 3 kali mungkin saya bolak-balik diam. Kemudian menangis lagi. Sungguh hari yang tidak mudah. 
Hingga akhirnya suami luluh dan mengajak rekonsiliasi. Di saat saya sudah tenang, dia membujuk saya untuk mencoba ke RS dan menawarkan diri untuk menemani karena kebetulan Selasa itu memang hari libur nasional. 

Akhirnya saya setuju dan segera menghubungi pihak RS untuk melakukan perjanjian. Betapa kagetnya saya ternyata di hari Selasa dr. Mira tidak praktek 😭😭 yang berarti memang Allah menghendaki saya periksa di klinik 😭😭😭. Sampai di sini saya betul-betul takjub dan menyadari benar Allah itu Maha Kuasa. .thanks so much Allah i feel loved😭😭😭😭

Di klinik memang bayarnya mahal.. Tapi Alhamdulillah di saat itu memang rezeki memang ada... 

Jadi memang saya harus lanjut karena mumpung ada rezeki. Saya mengingat dulu susah mau promil karena terbentur masalah biaya. Di samping itu, saya juga mengalami sendiri tetangga curhat pada saya terkait problem ekonominya yang menghambat promilnya. Jadi dia sering sekali tanya progress promil saya dan di akhir, hampir selalu dia tanya berapa biayanya 😭. Jadi memang tak ada alasan untuk menyerah ya.

Saya merenung di hari itu. Di saat orang lain mudah mendapatkan anak, kenapa saya tidak?  Kenapa begitu banyak jalan yang harus saya tempuh untuk hamil?  Kemudian ada suara lirih menjawab, "Mungkin memang inilah jalan surga kamu". Sehingga setelahnya saya menangis lebih keras sambil memohon pada Allah. "Ya Allah, ganjarlah kesedihan saya di hari ini dengan surgaMu yang berada di dalamnya pula Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam "

Begitu pinta saya.

.............................................

Tak mudah untuk mengembalikan kesadaran saya bahwa Allah itu mengurusi umatNya secara satu per satu. Bukti pertama yaitu tadi, secara tidak sengaja saya mendapatkan kehendak saya untuk konsultasi di klinik. 

Yang kedua, 
Program ini telah pas banget timing nya. Yaitu pas dapat bonus kompensasi dari kantor. Jujur sebelumnya kami bimbang uang ini akan diapakan. Apakah akan digunakan untuk liburan ke luar kota atau untuk disimpan untuk persiapan promil. Puji syukur ternyata saya sudah dapat haid sehingga tak bingung lagi budgetnya akan lari ke mana. Satu hal lagi yang menakjubkan, di lubuk hati terdalam saya menghendaki tidak liburan dulu.  

Jujur saya agak malas untuk pergi ke luar kota. Jadi beberapa minggu yang lalu saya sudah ke luar kota untuk acara keluarga saya. Saat suami dan mertua mengajak ke luar kota lagi bulan depan,  jujur saya merasa agak berat karena pastilah capek dan menguras pikiran. Eh ternyata saya keburu haid yang mana berarti, promil harus kembali berjalan.  Nah... Hal inilah yang semakin menguatkan pendapat bahwa Allah membela saya 😭

Terus juga.. Saya semakin perlu banyak mensyukuri suami karena dia telah sangat baik pada saya. Di bulan kemarin saat dapat bonus akhir tahun, dia menggunakan uangnya untuk menyenangkan keluarga saya. Pun saat ini di kala bonus kompensasi keluar, digunakan untuk promil kami. 

Ya Allah..  
Mungkin memang beginilah jalan yang harus kami lalui. Maaf jika saya banyak bersu'udzan kepadaMu ya Allah. 

Ya Allah.. Mudahkan hamba selalu untuk selalu mengingat, bahwa saat setiap ujian akan selalu teriringi dengan cara agar mudah kami melewatinya.  

Ya Allah.. Mudahkanlah hamba untuk mengingat, bahwa bisa jadi ujian ini memang terjadi karena dosa-dosa hamba. Tapi bagaimanapun, semua hal yang terjadi, baik musibah sekalipun merupakan kebaikan untukku

Ya Allah.. Terimakasih untuk selalu mengistimewakan aku ❤

Kawallah aku selalu agar semangat menjalani promil ya Allah.. 

Wednesday, January 26, 2022

Sakitku Jalan Surgaku (aamiiinn) hihihi

Hai hai readers..
Lama tak jumpa nich.. Kali ini saya mau quick update aja sekalian publish postingan yang ngendon di draft berbulan2. Wkwk..oke lanjut

Sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya, salah satu hikmah sakit adalah.. Saya akhirnya bisa menghafal doa yang selama ini saya ingin hafalkan dan baru keturutan setelah sakit..  Tapi tentunya kita ga boleh berharap untuk sakit. Harapannya kita selalu diberi kebaikan dunia akhirat. 

 Ya.. Afterall, kalau memang badan sakit.. Jangan stres... Mungkin badan cuma butuh nafas aja yg bener.. Sambil dalam hati syahadat aja terus.  La ila ha ilallah. Kita panggil Allah sebagai satu2nya Tuhan yang bisa mengangkat penderitaan kita. 

Hikmah lain: kalau sakit kan pahalanya banyak.. Tapi saat sakit itu datang saya lebih memilih dapat pahala dari ibadah2 aja. Karena sakit (lelah) saat ibadah kayak ga ada apa2nya dibanding dgn lelahnya menahan sakit 😭😭 upgrade derajat lebih enak dr ibadah bukan dr musibah 😭😭

Tapi Alhamdulillah saat saya menulis ini sekarang, keadaan saya sudah membaik bahkan sudah bisa ke luar kota lagi.. Mengunjungi ayah ibu lagi. Bisa melanjutkan tulisan lagi. 

Setelah laparoskopi... Saya disuruh datang seminggu berikutnya untuk mengganti perban. Kemudian di pekan selanjutnya, saya datang lagi untuk melepas perban sekaligus disuntik leuprolide. Dokter menjelaskan, tujuan disuntik leuprolide adalah agar endometriosisnya ditekan pertumbuhannya. Jadi karena endometriosis merupakan penyakit bawaan lahir dan tidak dapat benar2 hilang, maka harus ditekan pertumbuhannya dengan cara menghentikan sementara siklus haid. Suntikan ini dijadwalkan untuk diberikan 3 kali setiap bulannya. 

Nah inilah fungsi injeksi leuprolide itu (seingat saya begitu, CMIIW). Di awal saya masih haid..  Bahkan dua minggu setelah haid, keluar lagi flek. Namun setelahnya hingga kini memasuki bulan ketiga pasca suntikan ketiga, saya belum juga haid. Dokter bilang, saya harus kembali periksa saat mendapatkan haid hari kedua. 

Di titik ini saya merasa bersyukur sih.. Setelah bertahun-tahun merasakan bad period..  Tetiba selama beberapa bulan malah tidak haid sama sekali. Tapi tentunya saya tidak mau terus begini.. Karena haid adalah fitrah wanita dan merupakan jalan untuk mendapatkan buah hati. Jadi tolong doakan agar rahim saya dapat bekerja lagi secara normal sehingga bisa mendapatkan haid ya dear readers ❤


Saturday, October 16, 2021

Menyusuri Jalan Spiritualitas melalui Perjuangan Mendapatkan Buah Hati Episode 2 : #LessonLearnt

Kenapa saya bilang ini perjuangan spiritual?

Jadi selama melalui proses ini tidak mudah karena melibatkan banyak pihak. Salah satu contohnya tadi masalah konsul dokter anestesi. Melibatkan banyak pihak berarti kita harus MENUNGGU. Cukup lama saya menunggu dokter anestesi.. Padahal saya dapat WA lagi dari RS dibilang saya harus mulai dateng untuk daftar jam 8 malem untuk mulai dirawat inap. 

Selain itu, kita juga melewati banyak proses. Di mana kebanyakan dari padanya melibatkan rasa sakit di tubuh.  Dari mulai pasang infus, fleet enema, nervous berat pra operasi, hingga akhirnya di meja operasi, lepas kateter dan melalui masa transisi hingga pemulihannya. Saya merasa saya membutuhkan pertolongan Allah di banyak kesempatan. Hal ini merupakan hal yang baru bagi saya dan karenanya saya merasa takut dan khawatir luar biasa. Sepertinya saya kembali belajar untuk benar-benar menyandarkan diri kepada Yang Maha Kuasa. 

Meskipun begitu, saya sangat merasakan kasih sayang Allah melalui makhluk-makhlukNya yang terlibat dengan saya. Cinta itu Allah titipkan kepada makhluk yg bersinggungan dengan langsung seperti ayah dan ibu (sang wonder woman). Saya merasa beruntung dan bersyukur karena mereka masih bisa menemani saya melewati fase yang cukup berat ini. Saya juga bersyukur karena suami menjadi berlipat-lipat lebih perhatian dan melakukan hal-hal yang sebelumnya saya belum pernah lihat dia melakukannya... Termasuk membantu pekerjaan rumah.

Yang paling buat saya terkaget-kaget yaitu suster yg menangani saya. Suster saya di IGD bahkan memanggil saya sayang 😭😭. Jadi saat saya teler habis siuman dari pengaruh bius, ada suster yang ngetreat saya lembut banget huhuhu terharu beb.

Hikmah lain yang saya rasakan yaitu beberapa doa saya yang selama ini saya panjatkan dapat terkabul. Misalnya..  

•Doa biar bisa lepas dari ketergantungan terhadap gadget.
Ini sulit banget dilakukan sejak dulu.  Kadang kalau saya burn out pelampiasan saya HP. Sekarang setelah operasi saya sadar harusnya saya ga perlu sesibuk itu tiap hari. Karena kalau merasa capek saya jadi banyak main HP. Sekarang untuk menghindari burn out saya berusaha untuk mengenal diri sendiri.. Kapanpun saya butuh istirahat saya harus berhenti sejenak. Istirahatnya jangan sambil main hp.. Untuk bernafas aja.. Untuk mengatur detak jantung lagi.. Untuk berdzikir lagi.. 

•Doa biar turun berat badan 
Nah ini sih yang saya rasakan sebagai anugerah terbesar. Jadii.. Efek operasi itu kan emang buat perut jadi ga enak.. Alhasil makanan yang masuk cuma sedikit.. Nah.. Lama kelamaan perut kayak direset ulang. Kapasitas mengecil. Seneng banget sih jadinya karena dulu kalau makan sedikit ada rasa nggak puas karena masih lapar. 

Efeknya tentu ke timbangan hehe.. Nah saat perut Alhamdulillah sudah mendingan dan appetite balik lagi.. Saya berusaha banget ga makan banyak.. Jadi sekarang kalau makan saya selalu mengingat "Keep your belly capacity low". Karena Allah sudah kasih modal yang sangat berharga banget : Kapasitas perut yang mengechil. 

•Doa selanjutnya biar saya bisa mengelola keuangan lebih baik. Alhamdulillah sejak perut dikecilkan kapasitasnya,  saya ga terlalu sering beli snack. Buah walaupun mahal tapi saya juga makannya sedikit. Kalau beli snack jdnya kenyang bgt karena buah harus makan biar BABnya lancar.. Karena saya ada hemorrhoid juga. Sejak membatasi interaksi dgn HP juga saya ga ngiler dgn banyaknya foto makanan yg berseliweran. 

•Doa dimudahkan untuk menghafal Al Qur'an 
Dengan banyaknya waktu rebahan.. Tentunya bisa lebih dekat dengan Al Qur'an.. Dan bisa puterin muraja'ah (yang kayak setrikaan karena itu-itu aja wkwkkw.  But Alhamdulillah anyway

But afterall,  jika kita jaga hubungan kita dgn Allah, semua urusan akan oke2 aja walaupun ga kita antisipasi sebelumnya. Hal yg sama berlaku dengan hafalan.. Kalau kita menjaga hubungan sama Allah.. (which pas sakit terasa sekali kedekatan kita sama Allah ❤) Walaupun ga dimurojaah pas sholat InsyaAllah pas lupa di recallnya mudah.. 

Hikmah lain: 
•Jadi cepet hafal doa
Jadi selama ini tuh ada banyak doa yang ingin saya hafal karena 'khasiat'nya plus artinya bagus. Nah karena sakitlah jadi saya terdorong untuk menghafalkan doa-doa kayak doa minta pertolongan dan doa ruqyah untuk mengobati tubuh yang sakit. Saya juga menghafal doanya Nabi Adam dan Nabi Nuh saat bersalah. Jadi bener2 taubat gitu karena takuuut. 

Saya juga suka doanya Nabi Ayyub yang indah banget (walaupun sampe sekarang belum hafal arabnya 😁)

Nah, itu sih 'keajaiban²' yang saya rasakan selama sakit pasca LO..  gitu dulu aja ya gaes ntar sambung lagi sepik-sepiknya. Luvvv


Friday, October 8, 2021

Menyusuri Jalan Spiritualitas melalui Perjuangan Mendapatkan Buah Hati. Ep. 1 : LAPAROSKOPI

Disclaimer:
Bagi yang belum pernah laparoskopi tidak disarankan untuk membaca tulisan ini.  Postingan ini lebih bermanfaat untuk orang yang telah menjalani prosedur laparoskopi dengan tujuan mecari tahu apabila gejala pasca operasi yang dirasakan sama. Please be wise ya (and control yourself) .. 


Ketika blog ini ditulis, saya telah selesai melaksanakan proses laparoskopi. Bisa ditebak, Alhamdulillah asuransi acc tindakan LO saya. Hal ini menjadi sebuah anugerah besar yang saya rasakan karena selain untuk ikhtiar hamil, saya juga membutuhkan tindakan ini untuk mengatasi isu dismenorrhea yang saya alami bertahun-tahun lamanya. 

Kenapa saya sebut semua proses ini adalah perjalanan spiritual?  Karena saya merasa diingatkan lagi bahwa ada banyak hal yang berada di luar kuasa kita. Termasuk perjalanan saya yang akhirnya berhasil sampai menuju laparoskopi.

Merinci cerita yang telah saya sampaikan di postingan sebelumnya, saya mendapatkan rekomendasi dokter untuk tindakan seminggu setelah kontrol. Sebutlah tanggal 1 kontrolnya.  Maka dokter menjadwalkan operasi di tanggal 7. Pihak RS berkata bahwa nanti mereka akan menginfokan pada saya jika telah ada acc dari asuransi. 

Ya udah dong saya diem-diem bae.  Tapi pas udh tgl 5 saya kepikiran lagi. Saya ublek-ublek lah isi tas untuk cek lagi jadwal operasi. Setelah tau bahwa bakal dilaksanakan tanggal 7, saya agak panik karena tinggal 2 hari lagi kann. Alias besok lusa. Kalau ternyata diterima kan berarti persiapannya bakal mepet banget. Kalau perkawinan ada istilah kawin lari kalau saya apa.. Operasi lari? 😭😭😝😝

Saya hubungi lagi RS. Saya ingetin lagi ke mereka kalau jadwalnya dua hari lagi looh hellaw.. Ga lama kemudian saya dikasih tau kalau tindakan OP saya di acc berikut biaya pemeriksaan penunjang sebelum operasi seperti tes PCR, tes darah (hematologi dll) juga konsul dokter anestesi.

Perasaan saya? Jujur ga jelas..  Antara bersyukur dan deg2an.. Semua jadi satu. Susah mikir tapi badan harus dibawa buru-buru untuk urus ini itu. Jadi setelah informasi terkait persetujuan asuransi ini saya dapatkan, di tanggal 5 jam 11.30 saya bergegas ke RS untuk menjalani tes PCR dan tes darah. Saya juga langsung menginfokan suami agar dia PCR, mengingat pendamping diharuskan untuk memiliki hasil swab PCR negatif. Setelah swab PCR selesai langkah selanjutnya yang mesti ditempuh adalah konsultasi ke dokter anestesi. Saya dijadwalkan untuk konsultasi ke dokter anestesi di tanggal 6 pukul 13.30. Qadarallah, jadwal molor sampai jam 17.00. Lumutan euy.. (SHOUTOUT TO RS BUNDA MARGONDA.  PLEASE DITEGUR DONG DOKTER² YANG TUKANG NGARET)  Karena jam 8 malem dah lumayan deket akhirnya saya tanya kemungkinan untuk "check-in" di jam itu juga. Tapi katanya ga bisa karena kecepetan.. Ya sud saya pulang padahal perjalanan rumah-RS bisa menghabiskan waktu sejam. 

Betewee...  Biar ga bertele2 kita jadiin poin2 aja kali ya

My Laparoscopy Journal
Day 1

20.00 check in
- Ke pendaftaran rawat inap. Serahin kartu asuransi
- Ukur Tensi 
- Ke kamar operasi untuk pemasangan gelang dan pemeriksaan umum sama dokter umum. 
- Naik ke kamar. Istirahat. 

Day 2

03.00 start puasa
05.00 fleet enema
07.00 pasang infus
08.00 otewe kamar operasi
09.00 mulai laparoskopi 
12.30 selesai laparoskopi 
16.00 dah mulai bobo miring kiri kanan

Day 3
Udah lupa di bagian ini wkwk...  Tapi kayaknya udah duduk deh..  Sama latihan jalan. sore lepas kateter.  Hari ini ditungguin mama yeayy. Sore visit dokter Zeta Auriga. Malam visit dokter Chandra Asmuni. 

Day 4
Dah jalan dah ke toilet Alhamdulillah.. Sore dah BAB. Abis BAB dr Mira dateng. Ganti perban. Menjelaskan tentang proses operasi ke saya dan suami. Malam lepas infus

Day 5
Pulang..Alhamdulillah 

Terbilang cepet ga sih recoverynya?  Ga tau juga karena saya belum pernah denger cerita dari orang lain yang juga pernah laparoskopi. Namun setelah pulang saya mengalami beberapa hal diantaranya. .

1. Kaki bengkak..tapi kempes 3 harian doang Alhamdulillah 
2. Flek selama beberapa hari 
3. Sempet bengkak gitu pembuluh darah yang abis diinfus
4. Kembung dan mual
5. Lebam di daerah sekitar lubang operasi

Udah sih itu aja... Yang lain paling jadi cepet capek ya.. Ohya saya juga ditunjukkin foto-foto dalam perut selama operasi. Wah MasyaAllah banget..  Real banget 😭.. Organ dalam difoto kek kita foto selfie gitu wkwk.. SEJELAS ITU. Udah canggih emeng. Hasil foto menunjukkan bahwa memang ada polip endometrium dan nodul endometriosis gitu.. Tapi hasil lab Alhamdulillah menunjukkan bahwa jaringan tersebut ga ganas..  Cuma memang rada banyak kayaknya sampai ada yang nempel di rektum gitu. Pantesan ya kalau mens nyerinya kerasa sampai anus gitu ckckk... Tapi semua itu sudah berlalu insyaAllah... Semoga ga kambuh-kambuh lagiii. Aaamiiinn.. Doain ya netijen? 

Lanjut ep. 2 okay? 






Saturday, September 25, 2021

Cek-cek Ombak

Dengan rekomendasi akhir untuk laparoskopi, maka saya pun mulai mencari-cari informasi tentang biaya dan hubungannya dengan asuransi. Kemarin2 dr Mira sempet spill biaya laparoskopi itu 50jutaan sih. Mayan banget kalau semuanya dari kantong pribadi, ya kan? Makanya kita cari tau apakah biaya segitu akan diganti oleh pihak asuransi kantor (suami). 

Maka dimulailah proses pencarian informasi itu. Saya sempet tanya ke RS bunda pusat di Menteng. Namun ketika mereka tahu jika saya mau tindakan di Bunda Margonda. Ya udah katanya saya disuruh hubungi RS Bunda Margonda aja. Oke.. 

Jadi judulnya emang harus kembali ke laptop hihihi..  Telpon RS Bunda Margonda tanya sana sini. Dari mulai bagian informasi biasa, kasir, sampe kasir rawat inap juga dijabanin. Singkat ceritahh, akhirnya disuruh konsul dulu ke dokter untuk pengajuan pre admission. Melalui proses inilah baru kejelasan penanggungan biaya laparoskopi bisa ditanyakan ke pihak asuransi. 

Jadilah saya konsul ke dr Mira di Bunda..  FYI sekarang kalau mau konsul dokter di Bunda harus swab antigen negatif juga gaes. Teruus... saya langsung dijadwalin laparoskopi untuk selanjutnya diajukan pre admission ke asuransi.

Pada saat bertemu, saya menanyakan beberapa hal pada dr Mira.  Saya tanya.. Mengapa harus laparoskopi, apa tidak bisa operasi biasa saja. Pertanyaan ini saya maksudkan agar peluang dicover asuransi besar. Beliau jawab, jika memang mau promil tidak bisa operasi biasa. Kalau hanya nyeri saja seperti yg saya alami memang bisa aja dibedah biasa. Tapi bisa aja pascaoperasi malah terjadi perlengketan sebagai respon tubuh alami saat penyembuhan luka. Nah hal ini yang dihindari karena dapat mengganggu program hamil ke depannya. Jadi mau ga mau memang laparoskopi menjadi solusi utama permasalahan kita. (masalah lu aja kali ekekek) 

Setelah konsul beliau kasih banyak berkas2 kaya formulir rawat inap, surat pengantar cek lab dan PCR,  cek AMH dan pengantar ke dr anestesi. Hal pertama yang saya lakukan yakni tes AMH. Tes AMH tuh kata dr Mira untuk mengetahui cadangan sel telur dalam tubuh kita. Jadi nanti akan diobservasi kadar sel telur ini pada saat sebelum laparoskopi dan sesudahnya.. 

Keluar dari ruang praktek,  sayapun mulai bergerak mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Saya tes AMH saat itu juga biar ga bolak balik. Terus saya menyerahkan form permintaan rawat inap ke bagian informasi rawat inap. Kemudian mereka bilang jika nanti akan diinfokan jika sudah ada konfirmasi dari asuransi. Baiklah kemudian saya pulang, menunggu dan akhirnya beberapa hari kemudian... 

 

Friday, August 13, 2021

Jadwal Cek Telur tapi Ujung2nya Ga Bahas Telur 😝

Cek telur dijadwalkan dokter di hari ke 11-12 setelah haid keluar. Atau saat sedang ovulasi/masa subur. Jadi pada hari itu saya kembali ke Ovarya sekalian konsultasi hasil HSG. 

Pertama masuk langsung ngadu ke dokter kalau HSG rasanya nyeri. Wkwk..  Terus lanjut periksa dalam. Sewaktu USG akhirnya ketemulah yang selama ini menjadi dalang atas nyeri perut bawah + yang buat suka ada perdarahan di tengah2 siklus: polyp. 

Polip. 
This is what we discovered yesterday. 
Setelah beberapa kali hasil USG "bersih"..sekarang baru keliatan tuh polyp. Bersyukur juga akhirnya ketemu akar masalahnya. Karena sakit ini kalau diingat2 ada sejak saya SMA. Dokter juga tanya, pernah ga berdarah di luar siklus haid. Ohya pernah banget, dok. Dulu sampe saya konsul ke dr Shinta. Ujar saya. Terus dokter Mira menambahkan, "itu memang gejala khas polyp"

Balik ke meja konsultasi setelah di USG, alih-alih lanjut inseminasi, dr Mira menyarankan kepada saya untuk melakukan tindakan laparoskopi. Ya, laparoskopi seperti yang dahulu pernah dr DIP sarankan. Laparoskopi yang dulu sempat menghentikan langkah saya promil. 

Dr Mira berujar, laparoskopi merupakan hal yang ideal untuk dilakukan untuk kasus seperti saya untuk membersihkan polip dan endometriosis yang ada di rahim. Polip jika dibiarkan akan mengganggu janin menempel di dinding rahim (atau semacam itu lah aku lupa detailnya). Jadi jika inseminasi tetap dilakukan, kemungkinan berhasil akan mengecil. Kemudian saya tanya, dengan biaya yang besar, apakah ada riwayat pasien dokter yang bisa laparoskopi dengan biaya ditanggung asuransi. Beliau jawab tidak ada. 

Bahasan ini memang jadi diskusi yang alot ya.. Karena UUD alias ujung2nya duid. Tapi bagaimana lagi, daripada menghabiskan waktu dan uang untuk terapi alternatif lagi, sepertinya kami memang harus menerima kenyataan bahwa laparoskopi memang ikhtiar yang memang sepatutnya dicoba. 

Setelah itu dr Mira menasihati saya untuk mempersiapkan diri. Maksudnya memang mempersiapkan diri untuk laparoskopi. Dengan rencana tindakan yang lebih terstruktur ini harapannya doa kami bisa terkabul.. Dapat hamil baik dengan melalui laparoskopi, maupun dengan cara alami (berharap kan boleh yaa). Nah jika ingin laparoskopi tentunya dengan cara menabung.

Mengingat usia pernikahan yang sudah lama, beliau juga sempat menyesali, dulu kenapa pas disuruh dr Dian laparoskopi ga langsung nabung? 

Wawawawwww
Ga tau kenapa ya ini jadi semacam wake up call buat aku. Ada benernya juga apa yang dibilang dr Mira. Saya merasa beberapa tahun ini ga ada arah gitu. Gonta ganti dokter dengan dalih mencari second opinion.. Padahal saya sudah dikasih solusi dari "tempat yang tepat, oleh orang yang tepat", jika boleh mengutip perkataan dr Mira.

Ngapain dulu aku ga langsung nabung?  Malah denial dan cari second, bahkan forth opinion ke 3 dokter yang berbeda. Tapi aku tersadar lagi karena menurutku hal itu wajar..  Dan kita kan ga boleh menyesali yang sudah lewat kan..  Ditambah lagi aku sadar juga sih tekadku belum sekuat sekarang.

Omong-omong, apa memangnya yang membuat saya sekarang bertekad untuk mengharapkan anak? 

Selain biaya promil yang mahal, dulu sepertinya tekadku untuk memiliki anak selalu "digembosi" dengan bisikan-bisikan "emang siap kalau punya anak? ". Saya selalu dibayangi ketakutan dengan konsekuensi-konsekuensi memiliki anak. Tapi sekarang pas udah sedikit paham... Saya belajar kalau semua keadaan akan ada up and down nya kan.. Mau bagaimanapun keadaan kita.

Selain hal utama di atas, ada beberapa pertimbangan lain yang juga memantapkan langkah saya diantaranya, 

1. Doa memohon anak ada di Al Qur'an dan merupakan merupakan permintaan para nabi. Menurutku di dua poin inilah yang menjadikan permintaan akan anak menjadi sesuatu yang penting. Poin pertama, doa itu diajarkan Nabi, yang mana termasuk orang terbaik.  Poin kedua, doa itu diabadikan di kitab terbaik, yang merupakan kalam Ilahi. Jadi, sudah sepatutnya kita contoh, bukan? 

2. Hal ini merupakan wasilah kita untuk terus berdoa. Untuk terus bergantung pada Allah. Untuk selalu mengaitkan hati pada Allah. Untuk dekat dgn Allah 
(ini saya ga tau sih konteksnya bener2 pas sama yang saya maksud atau tidak) 

3. Anak merupakan sarana amal jariyah yang luar biasa. 
Kan ada tiga perkara yang tidak akan putus meskipun kita mati tuh. Ilmu yang bermanfaat, doa anak sholih, amal jariyah. Nah, dengan memiliki anak kita berkesempatan untuk mendapatkan ketiga poin di atas. 

4. Kita diperintahkan untuk semangat dalam memgejar sesuatu yang bermanfaat untuk kita 

Segitu aja buat sekarang ya..  Doain ya semoga saya mendapat pengobatan terbaik, semoga tercapai untuk laparoskopi, semoga endometriosis dan polip saya bisa sembuh, semoga saya bisa dapet anak soleh solehah..  Jadi kan bisa ada bahan lagi untuk apdet blog ini wkwkkw 






Wednesday, July 28, 2021

TES HSG EPISODE 2

*capslock jebol wkwkwk*

Emosi banget nih kayaknya.. Nulis judul sampe kek gitu. Lah iya memang efeknya dahsyat memanggg. 

Jadi kemarin jadi deh saya tes HSG. Karena Ovarya nggak ada bagian radiologi akhirnya tes dirujuk ke RS Bunda. Deja vu dong yaa..  Masuk ke ruang yang sama seperti 7 tahun lalu. Bedanya dulu TV itu nayangin video klipnya MLTR, sekarang nayangin infotainment wkwk.. *iya senempel itu ingatan saya mengenai tempat bersejarah ini*

Sebelumnya saya juga memang sudah mempersiapkan diri dengan baca ulang thread HSG episod awal di sini. Saya juga udah berdoa dari awal disuruh dokter tes HSG ulang. Saya sampe WA ke ortu dan mertua buat minta kelancaran saat tes ini..  Segitunya karena saya ingat dulu abis tes ini.. Saya merasakan nyeri yang mayaan.. 

Sampai akhirnya hari itu datang.. Saya ke Bunda dengan prosedur lengkap di awal. Screening covid dan ke bagian pendaftaran smabil nunjukin surat rujukan dan kwitansi pembayaran dari Ovarya (saya udah bayar di Ovarya sebelumnya pas konsul pertama) Setelah ke bagian pendaftaran saya turun ke basement ke bagian radiologi. Kemudian di sana antri bentar dan disuruh minum pain killer. Saya pakai paracetamol.

Sebelum tindakan terlebih dulu dokter radiologinya menjelaskan prosedur HSG ke saya. Dia bilang kalau nanti ada cairan kontras yang dimasukkan ke dalam untuk melihat apakah salurannya "paten",dan beliau menambahkan seperti ini "efek samping dari HSG berbeda di sebagian orang. Ada yang nyeri (biasa)  atau ada yang sampai mual, muntah bahkan pingsan. Obat anti nyerinya bisa diminum lagi setelah 6 jam kalau memang masih sakit. Setelah tindakan juga ada flek-flek yang keluar bersamaan dengan betadine. Flek ini wajar jika keluar hingga 4 hari. Jika dalam 5 hari belum berhenti boleh konsultasi pada dokter kandungan atau ke saya."

Dalam hati, 
Oke deh qaqaa

Terus diminta berganti pakaian operasi yang belakangnya bolong itu dan disuruh melepaskan semua kecuali masker dan bra. Tapi kaos kaki diperbolehkan juga sih pas saya tanya. *tips: pakai kaos kaki soalnya ruangannya dingin.. Bednya juga dingin

Dimulai dengan dokter mengoles betadine di sekitar miss V dan akhirnya dimulailah pemasangan kateter. Jujur saya merasa tidak terlalu sakit. Masih lebih sakit USG transV. Alhamdulillah.

Kemudian setelah itu, foto rontgen diambil saat posisi tidur terlentang, saat cairan kontras disemprotkan, saat posisi badan miring kanan dan miring kiri. Setelah itu selang dilepas dan kita disuruh berpakaian lagi. Lalu disuruh untuk BAK. Terakhir diambil foto lagi saat udah balik dari toilet. That's it. 

Abis itu disuruh nunggu sejam untuk dapetin hasilnya. Tapi saya memutuskan untuk pulang dulu karena takut keburu sakit. Lagian dokternya waktu itu lagi ada tindakan operasi jadi mungkin nunggunya bisa sejam lebih.

Akhirnya baru hari ini saya ambil hasil HSGnya..  Tapi saya ga ngerti cara bacanya walaupun hasilnya udh di tangan. Jadi rencananya besok pas cek telur dibawa hasil rontgen ini buat dibaca ama dr. Mira.. InsyaAllah.. 

Hari ini juga tes swab antigen di klinik deket rumah untuk persiapan ke Klinik Ovarya lagi besok. 

Ohya, aku udah bayar tes ini di Ovarya ini sebesar 1,25 juta  jadi pas di Bunda cuma nambahin aja 8ribu.   Lupa buat apa wkwkkw.. 

Sekian quick update dari saya.. Bubye

Ohya lupa.. Efek HSG di saya nyeri sama bloating gitu. Begah dan kembung.. Nah.. Ini yang saya liat kayanya memang gejala endometriosis deh.. Hmm..  Will talk 'bout it later to dr Mira


 (ini dr IG dr Mira) 

Monday, July 26, 2021

Untuk yang Sudah Baca Blog Ini dan yang Sudah Beri Komentar

...saya ucapkan terima kasih banyak yahh 😘

Ohya maaf juga saya agak susah balas komentarnya..  Karena saya suka lupa password akun blogger saya yang ini.. 

Maklum ya second account..apdetnya kalau memang lagi mulai promil lagi..
 Untungnya di aplikasi blogger di HP dan push e mail masih bisa log in tanpa harus input password. 

Jadi kalau mau ada yang ditanyain urgent bisa langsung kirim e mail ke istrishalihahh@gmail.com ya.. 

bubyee


Thursday, July 22, 2021

Update Promil 2021

Bismillahirrahmaanirrahiim 

Holaa pejuang dua garis kesayangann! 
Jumpa lagi sama Istri Shalihah nih.. Gimana kalau kita singkat aja jadi Trisha? Wkwkwk *auk ah

Alhamdulillah setelah bertahun-tahun lamanya tidak mengunjungi dokter untuk program hamil, saya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk kembali berikhtiar. Sebenarnya setelah pandemi sekitar bulan April 2020,  ada ikhtiar lagi ke tabib yang dulu pernah nanganin kami di kantor lama suami. Dia metodenya totok gitu. Setelah diperiksa katanya rahim saya bersih, semua bagus, tapi katanya rahimnya saya memiliki keasaman yang tinggi. Jadi saya disuruh rutin totok seminggu sekali dan juga mengonsumsi tomat yang dikuliti sebanyak 3 buah. 

Tapi ternyata pas dijalani rada susah.. Terus juga dia pernah menjanjikan bahwa bulan kedua InsyaAllah saya sudah hamil. Sebenarnya kami juga tidak percaya sepenuhnya ya karena itu kan cuma prediksi manusia. Namun ternyata belum hamil juga..  Maka perlahan kami pun tidak lagi datang kepada beliau. Selain karena hal tersebut, kayaknya kami ga lagi sanggup buat bayarnya deh..  Jadi budget ke sana 200 rb per orang.. Jadi kalau berdua suami, seminggunya jadi 400ribu. Mayan kan wkwk 

Setelah itu off deh..  Perasaan saya gimana? Gimana ya..  Jujur ya masih on off juga bapernya..  Walaupun efeknya ga sedahsyat dulu. Hati masih tercekat saat mendengar ada saudara/teman/kenalan yang hamil.. Tapi selebihnya fine.. 

Tapi one day, entah kenapa saat mendengar salah seorang teman hamil saya jadi auto ngembeng. Kali ini beda karena teman saya itu berhasil hamil karena program inseminasi. 

Gimana ya.. Bukan karena saya iri. Eh..  Ya mungkin nangis juga penyebabnya ada rasa iri sedikit..  Tapi kalau dipikir..  Emosi yang ada saat itu tuh kayak mixed feeling gitu. Ada seneng karena denger berita baik, iri, pluuss ada guilty feeling karena aku merasa tak cukup berusaha. 

(Ya.. Sekarang aku berusaha untuk memvalidasi setiap emosi yang aku rasakan. Itu semua menurut aku wajar dan ga bikin kita jadi bad person because we're crying over someone's joy. )

Aku jadi meresapi emosi itu dan akhirnya berpikir.. Ya benar aku kayaknya kurang ikhtiar. Tapi dari segi doa deh.. Karena yang bisa aku lakukan sebagai istri yang tidak bekerja itu ya doa. Aku bukan sebagai pemegang kuasa. Terlebih memang aku tahu bahwa kemampuan finansial kami tidak mencukupi untuk berikhtiar dalam segi medis. 

But then one miracle comes. Kantor lama suami memberikan bonus dengan nominal yang lumayan banyak. 
Suami bertanya..  Apa yang ingin saya beli? Saya ga kepikiran apa-apa. Cuma saya pengen aja membiayai hidup sehari2 dengan budget yang lebih longgar sambil sesekali membantu teman dan saudara yang  sedang terdampak covid...

Udah

Setelahnya saya baru mikir.. Eh kenapa ga bilang aja pengen program hamil ya? Qadarallah... Ya udahlah..  Mintanya sama Allah aja.. Soalnya ga lucu kalau tiba2 bilang,  "eh gimana kalau kita pake uangnya buat promil" 

Tapiiiiii Alhamdulillah Allah mendengar doaku dan membisikkan ilham pada suamiku sehingga pada suatu hari dia bilang.. " Ayang gapapa loh kalau mau ke dokter lagi?  " kujawab,  "maksudnya?  Program hamil? " dan dia jawab iyaa😭😭😭

MasyaAllah kebayang ga senengnya... 
*brb sujud syukur

Pikiran saya langsung tertuju kepada Klinik Ovarya, klinik yang menjadi wasilah keberhasilan program inseminasi teman yang saya sudah sebut sebelumnya itu. Ada setidaknya tiga hal yang membuat saya tertarik mengunjungi klinik ini. Pertama tentunya karena saya sudah mendengar success story dari teman. Kemudian saya juga tertarik karena lokasinya relatif lebih dekat. Ketiga karena mengunjungi klinik sepertinya akan lebih aman dibanding RS umum. Hal ini disebabkan kasus positif covid sedang marak saat ini. Terlebih klinik ini mengkhususkan pada program hamil.. Jadi saya pikir, pengunjungnya tentunya tidak sebanyak seperti di RS. 

Setelah konfirmasi kedatangan di hari sebelumnya, saya diinstruksikan untuk menjalani tes swab antigen. Baiklah..  Gapapa semoga Allah mampukan untuk semua biayanya. 

Ada beberapa syarat ya sebelum datang untuk konsultasi di Klinik Ovarya. Berikut daftarnya,


...

Dan singkat cerita, saya akhirnya datang ke Klinik Ovarya dengan hasil swab antigen negatif. ❤

Akhirnya tibalah saat pemeriksaan dokter. Kami disuruh buang air kecil sebelum masuk ruangan praktek. Di dalam saya bertemu dokter Mira.. Ya dr. Mira Myrnawati. Ini bukan kali pertama saya bertemu dengan beliau. Dulu saya pernah mengecek telur bersama dr Mira sewaktu dokter yang menangani saya off. 

Saya kaget ternyata yang punya Klinik Ovarya dokter di Bunda juga..  MasyaAllah..  

Hasil konsultasi perdana di Ovarya Klinik menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Saya sangat direkomendasikan untuk 
•HSG ulang
•Analisa sperma ulang
Karena terakhir periksa udah luama banget. 

2. Dari hasil tes tersebut akan menjadi patokan langkah yang selanjutnya harus ditempuh.  

3. Kalau dilihat pas USG memang bersih tapi kita tidak tahu gimana persisnya. Karena kista (endometriosis) itu bisa ada manifestasi di tempat-tempat lain. Dan memang 30-50% kasus endometriosis menyebabkan infertilitas. Jadi harus HSG ulang untuk melihat ada tidaknya perlengketan atau kemungkinan adenomiosis.  

4. Nanti jika hasil HSG dan analisis sperma bagus akan dilanjut ke tahap inseminasi. Namun jika belum bagus akan ditangani dulu masalahnya. Kalau memang terjadi perlengketan maka akan dilakukan tindakan laparoskopi. 

5. Di masa subur (sekitar tgl 28/29) harus konsultasi lagi ngecek telur. 

Gitu siihh

Akhirnya saya langsung didaftarkan untuk HSG. Tindakan HSG ga dilakukan di klinik melainkan di RS Bunda. Mungkin klinik ini afiliasi dengan RS Bunda ya. Ekwk.. Sotoy.. 

InsyaAllah tgl 27 HSG.. semoga ga sakit..  Alhamdulillah dulu udah pernah nulis tentang HSG jadi bisa tau gambarannya kaya apa.. Ohya.. Kata suster sebelum HSG disuruh minum obat nyeri (one hour in advance)  bawa pembalut,  sama cukuran di area V untuk memudahkan pemeriksaan. 

Sekarang disuruh minum pain killer ....dulu mah... 😭😭

Oke segitu dulu ya bun buat sekarang.. Will update soon, InsyaAllah 


Saturday, June 19, 2021

update promil 2018

Lanjut ya cerita ke dr Shinta Utami 

Jadi waktu itu dia bilang, di pertengahan siklus itu harusnya rahimnya bersih. Tapi dia lihat dinding rahim saya masih tebal. Dia bilang saya ada masalah hormon. 
 (saya nyimpulin sendiri.. Apa hormon ga seimbang ya?  Terus browsing2 ttg penanganan hormon ga seimbang hrs batasin konsumsi tepung, gula, kedelai..  Ga sanggup mak.. Cm sanggup batesin olahan kedelai aja ky tempe tahu..) 

Terus dia resepin obat dan suruh saya balik satu atau dua pekan setelahnya. 
Pas balik Alhamdulillah udh bersih. Terus tanpa ditanya, dia menyinggung masalah saya belum hamil. 

Terus dia bilang..  Kalau di sini belum ada alat yang bisa untuk periksa lebih lanjut.. Ga kaya di RS Bunda...
Jengjengjeng
Ga disangka dese juga praktek di RS Bunda sis 😁 masyaAllah 

Kaget bgt aku tapi ga bisa berbuat apa2 juga karena memang kita lagi ga berniat utk program lagi. (masalah klasik apalagi kalau bukan uwit) 

Ya udahlah.. 

Eh tapi ada kejadian aneh satu lagi.. 
Jadi waktu itu ada tetangga lahiran.. Dia juga dapet anak lama. Karena waktu itu saya jadi pengurus kumpulan ibu2 jadi saya sempet jenguk dia dan ngobrol lama. Dia cerita dong ternyata di program hamil di dr Shinta 😭😭😭 pengen nangis ga sih kok bisa kebetulan begini... 

Sambil dia eager aku untuk someday kalau promil lagi ganti aja ke dr Shinta karena beliau sat set sat set

Itu 2018

Sekarang 2021 saya catch up blog ini lagi karena InsyaAllah Senin besok mau ke dr Shinta 😍😍😍😍

Berhubung buku merah (yg mencatat dokumentasi perawatan selama di RS BUNDA)  masih ketelingsut entah di mana..  Akhirnya saya uplek ke blog nyari2 catetan 'perjalanan' promil saya takut ditanyain.. 

Semoga semua lancar, ga nyasar ga lama nunggunya aamiinn

Updated:
Alhamdulillah ini baru aja keluar dr ruangan dokter. Ga nyasar dan kesiangan.  Alhamdulillah 

Jadi kenapa saya balik ke SPOG itu karena saya ngerasa nyeri di bagian perut bawah sebelah kanan. Dan di awal2 mens tuh berasa ngejendol gitu. Sebenernya nyerinya masih berasa wajar karena sebelum2nya pun begitu. Tapi kali ini suami pas ada di rumah pas wajah2 saya mengernyit gitu nahan sakit  jadi akhirnya dia nyuruh saya periksa.

Tadinya saya pengennya ke RS Mitra Keluarga (RSMK)  aja karena aksesnya lebih mudah. Qadarallah saya anaknya emang suka nervous kalau masalah jalan. LOL

Tapi karena sekarang kasus COVID19 lagi merebak lagi suami suggest di RS Bunda..  Okelah

Akhirnya hari Senin ke Bunda..  Masuk langsung discreening. Trus daftar dan Alhamdulillah langsung dipanggil karena saya pasien pertama. Kata dokter Shinta rahimnya bersih ga ada tumor gada kista. 
Aku tanya kok sakit di perut kanan bawah? 
Bs jadi karena pas haid emg ada kontraksi rahim. 
Terus dia suggest utk ke dr bedah karena bs jadi perut kanan bawah itu usus buntu. 

Alhamdulillahirobbil 'alamiin
Lega sih ternyata rahimku bersih..  Cuma buat saat ini saya belum ada rencana ke dokter bedah dulu karena sakitnya udah reda.. Balik lagi karena C19 juga..  Serem euy Depok dah zona merah. 

Terus juga ini saya nemuin benjolan kecil di ketiak.. Qadarallah...  

Sangat berharap semuanya baik-baik aja ga kenapa napa... 

Aamiin ❤

Bismillah.. Memulai Lagi

Bismillahirrohmaanirrohiim

Tadinya mau dijudulin recent update tapi kok kayaknya ga kreatif banget ya kasih judul.  Haha. Baiklah diganti jadi judul di atas.  Ya,  hari ini saya kembali berikhtiar dengan mengunjungi kembali RS ini,  dokter ini.

Setelah terakhir coba ikhtiar akupunktur sekitar tahun 2015.. Sekarang Alhamdulillah saya berkesempatan lagi untuk mencoba. Kali ini secara medis.

Kunjungan ke dokter Spog sebenernya ga bener2 berhenti sih.  Saya tahun 2016 sempet cek ke dr DIP.. Waktu itu inget abis ada rezeki.. Terus suami bilang. Ayo promil lagi..  MasyaAllah seneng heheh.. 

Semangat lah ke Bunda...

Pas itu dr DIP bilang kalo endometriosis saya yang sebelah kanan Alhamdulillah menghilang. Beliau tanya..  Berobat apa kok bisa ilang endometriosisnya? Aku jawab.. Apa karena akupunktur itu ya?  Trus beliau mendeteksi ada endometriosis di rahim sebelah kiri..  Tapi Alhamdulillah kecil cuma 0.9 cm. Alhamdulillah ...

Terakhir dokter DIP nyaranin.. Kalau udah ilang gini endo nya coba kita promil alami aja... Siapa tahu bisa hamil tanpa treatment macam2. . Terus beliau bilang,  kalau belum berhasil juga kontrol lagi di hari ke 2-5 haid.   Okeh manutt

Beliau cuma resepin vitamin aja asam folat merk Folavit.. Diminum tiap hari. 

Dua minggu berlalu.. Folavit resep dokter abis. Trus tanya suami.. Beli lagi apa?  Jawab suami,  "lanjutkan," hahah

Beli Folavit kedua kalinya Qadarallah belum juga halim.. Sementara budget promil dah gatau kmn larinya 😅😅 jadi ya udin kita chill lagi. 

Time went by.. Saya sibuk ini itu,  a.k.a jadi ibu2 komplek rempongs hahah..

Sampailah pada Juli - Agustus 2018 saya ada keluar darah di luar masa haid.  Saat itu suami langsung menyuruh saya untuk periksa. Yaudin langsung saya ceki ceki RS yang deket.  Gasanggup kalo harus ke Bunda Margonda hiks hiks.  Gasanggup antrinya. Akhirnya setelah cari2 saya memutuskan untuk ke dokter Shinta Utami di RS Bunda Aliyah. Bunda Aliyah ini RS baru dan ga sejauh ke Bunda Margonda. Pasiennya masih dikit kayaknya.  Soalnya seinget saya,  dulu sama ditelpon untuk mastiin saya jadi dateng atau ngga. Dan bener setelah sampai ga pake nunggu lama sayapun dipanggil.

Pas udah di dalem,  saya ketemu deh sama dokter Shinta.

Bersambung.... 

Sunday, April 24, 2016

Tentang Optimisme

Belum hamil saat usia pernikahan telah 3 tahun bisa menjadi masalah tersendiri bagi pasangan menikah, termasuk saya. Walaupun tekanan sosial tidak terlalu besar, sebagian dari diri saya tetap menginginkan hadirnya buah hati. Setiap melihat orang hamil suka merinding. Kalo lihat bayi rasanya hati mencelos.

Sebenarnya saat awal pernikahan saya sudah menyiapkan mental jika belum dikaruniai anak. Persiapan itu contohnya diwujudkan dengan mengikuti seminar infertilitas. Walaupun begitu, saya tetap merasa terkejut ketika belum kunjung diberi karunia kehamilan.

Di satu sisi saya merasa hal ini bukan merupakan masalah serius, namun di sisi lain, terkadang susah juga mengacuhkan perasaan memiliki seperti ini.

Hingga akhirnya di 11 bulan usia pernikahan, kami memeriksakan diri ke dokter ahli infertilitas. Saat itu dokter memeriksa saya dan ternyata di rahim saya ditemukan adanya Endometriosis. Sejak 'divonis' inilah yang menyebabkan saya akhirnya membagi cerita ke dalam media blog. Blog ini sengaja saya buat berbeda dengan yang selama ini saya miliki. Saya buat lagi dengan alamat yang berbeda agar saya bisa lebih bebas bercerita. Identitaspun saya sembunyikan.. bukan buat gaya-gayaan sih, justru karena saya ingin lebih ekspresif dalam bercerita. Apalagi yang dibahas kan masalah reproduksi yaa..

Tapi di samping itu, saya berharap sih blog ini bermanfaat dan pembacanya tidak fokus ke personal penulisnya. Alhamdulillah saya syukuri hingga sekarang, total tayangan lamannya melebihi ekspektasi saya. Sebagai bandingan, blog pertama saya yang sudah ada sejak tahun 2009 saya hitsnya 'hanya' 5000an. Sementara blog ini terbaca mencapai 25.000 dalam waktu 2 tahun saja.

Yang menggembirakan lagi, setiap saya mengetik "Dokter Spesialis Infertilitas di Depok" di mesin pencarian Google, blog saya berada di urutan teratas. Hal ini jauh melebihi ekspektasi saya saat sebelum membuat blog ini. Tapi jujur sih dalam pemilihan judul postingan, saya memang sengaja menggunakan bahasa baku.

Begitulah.. semoga Tuhan selalu meluruskan niat saya untuk membagi pengalaman dengan pasangan-pasangan lain yang belum memiliki anak. Semoga pembaca merasa memiliki teman yang senasib. Juga semoga referensi-referensi yang hadir di setiap postingan blog ini bisa menjadi solusi dan akhir dari penantian teman-teman.

Salam hangat,

Istri Shalihah (Insyaa Alloh)

Ps: doain biar lebih rajin posting yah

Sunday, September 27, 2015

Ikhtiar Hamil

"Mbak hamil ya mbak, sini duduk mbak," pintanya kepadaku yang memang sedang berdiri di gerbong wanita commuter line.

"Nggak mbak, aku nggak hamil." Jawabku singkat. Tapi tak jarang beberapa yang mengira aku hamil tetap mempersilakan aku duduk menggantikannya. Ya sudahlah, rezeki, alhamdulillah. He he he

Entah sudah berapa banyak wanita yang berkata demikian kepadaku. Semuanya mengira aku adalah ibu hamil yang harus diprioritaskan. Aku tentu sangat maklum, sejak menikah hampir 3 tahun silam berat badanku naik 10 kg dari sebelumnya 58 kg. Mungkin gara-gara ini aku jadi terlihat lebar dan endut seperti bumil, ibu hamil.

Disatu sisi, aku tetap bersyukur, meski badanku naik dari kelas bulu jadi kelas walter kalau di dunia tinju, hahaha..Ini kan artinya, Allah masih mencukupi makan dan minumku. Namun disisi lain, aku tak dapat menutupi perasaanku atas banyaknya pertanyaan seputar hamil, hamil dan hamil.

Ya, jangan tanya, aku juga pasti bersedih. Namanya juga wanita, yang kebanyakan perasaannya lebih dominan dibandingkan logikanya. Namun demikian, prasangka baik mereka kalau aku hamil, pertanyaan mereka, aku anggap saja sebagai doa. Ya Allah kabulkanlah permohonan kami. Amin.

Tentu, aku dan sumami pasti merindukan kehadiran si buah hati. Namun demikian, disinilah, kami semakin sadar, kami adalah hamba yang lemah dan Allah-lah Sang Pencipta, Allah-lah Sang Produser, Sang Penulis skenario kehidupan.

Kami hanya bisa berusaha. Berbagai upaya medis juga sudah coba kami jalani, mulai dari dokter sampai alternatif. Beragam asupan mulai dari obat hormon hingga herbal juga sudah pernah dicoba. Aku juga sudah lama resign dari pekerjaanku, supaya lebih santai dan tidak stres, barangkali aku jadi bisa hamil. Tetapi kembali lagi, ya inilah takdir. Secanggih apapun teknologi, seterkenal apapun dokter yang menangani, sehebat apapun tabib alternatif. La haula wa la quwwata illa billah, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.

Selain bercerita dalam doa kepada Yang Maha Kuasa. Sudah sejak awal tahun 2014 aku juga bercerita, berbagi kisah melalui blog ini. Aku tulis di colour note ponsel pintarku yang sudah seperti smartfren bagiku, aku upload di aplikasi bloggerku. Aku ingin seperti Emak Gaoel yang punya teman bercerita, karena aku yakin aku bukanlah wanita pertama yang juga menjalani ikhtiar hamil sepertiku. Aku hanya ingin menulis dan berbagi bersama mereka. Ya mereka, mereka yang berikhtiar hamil, sama sepertiku.

Alhamdulillah aku syukuri hingga sekarang, total tayangan lamannya melebihi ekspektasi. Sebagai bandingan, blog pertamaku yang sudah ada sejak tahun 2009, hitsnya baru 5000-an. Sementara blog ini sudah dibaca hampir 12 ribuan hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun, itupun aku jarang mempromosikannya. Yang juga menggembirakan, setiap mengetik "Dokter Spesialis Infertilitas Depok", mesin pencarian Google sudah mengenalnya. Ah tapi, keterkenalan bukan itu niatanku.

Semoga Tuhan selalu meluruskan niat utamaku untuk terus menulis di blog ini dan berbagi kebahagiaan meski aku dan para pembacanya belum juga dikaruniai si buah hati. Go for it.
Go For It Blog Competition