Saturday, December 3, 2022
Tanggal Test Pack pun Tiba
Monday, November 21, 2022
Biaya Lengkap Inseminasi
Di pertemuan ini (berarti H+5 setelah kontrol pertama) sekalian bayar suntikan pembesar telur sebanyak 3 kali.
Sunday, November 20, 2022
Diari Inseminasi
Di hari kelima saya kembali dan malamnya saya disuruh datang untuk disuntik pembesar telur. Dokter bilang minimal tiga kali.. Jadi ada target ukuran telur 18mm untuk dapat melakukan tindakan inseminasi. Teman saya yang sudah pernah inseminasi dan berhasil hamil, perlu 5 kali suntikan untuk mendapat ukuran sel telur ideal. Ohya, dokter juga berpesan agar saya berhubungan dengan suami di hari itu dan atau keesokan harinya. Dan batas terakhir berhubungan di tanggal 8.
Monday, November 7, 2022
Menuju Inseminasi: Mengelola Ekspektasi
Tuesday, November 1, 2022
Promil di fase: Program Hamil Alami
Sunday, February 13, 2022
HSG untuk Kali Ketiga (HCG diploma?)
Monday, January 31, 2022
Males Minum Vitamin
Ingatlah ini Kala Kau Ingin Menyerah.
Wednesday, January 26, 2022
Sakitku Jalan Surgaku (aamiiinn) hihihi
Saturday, October 16, 2021
Menyusuri Jalan Spiritualitas melalui Perjuangan Mendapatkan Buah Hati Episode 2 : #LessonLearnt
Friday, October 8, 2021
Menyusuri Jalan Spiritualitas melalui Perjuangan Mendapatkan Buah Hati. Ep. 1 : LAPAROSKOPI
Saturday, September 25, 2021
Cek-cek Ombak
Friday, August 13, 2021
Jadwal Cek Telur tapi Ujung2nya Ga Bahas Telur 😝
Wednesday, July 28, 2021
TES HSG EPISODE 2
Monday, July 26, 2021
Untuk yang Sudah Baca Blog Ini dan yang Sudah Beri Komentar
Thursday, July 22, 2021
Update Promil 2021
Saturday, June 19, 2021
update promil 2018
Bismillah.. Memulai Lagi
Bismillahirrohmaanirrohiim
Tadinya mau dijudulin recent update tapi kok kayaknya ga kreatif banget ya kasih judul. Haha. Baiklah diganti jadi judul di atas. Ya, hari ini saya kembali berikhtiar dengan mengunjungi kembali RS ini, dokter ini.
Setelah terakhir coba ikhtiar akupunktur sekitar tahun 2015.. Sekarang Alhamdulillah saya berkesempatan lagi untuk mencoba. Kali ini secara medis.
Kunjungan ke dokter Spog sebenernya ga bener2 berhenti sih. Saya tahun 2016 sempet cek ke dr DIP.. Waktu itu inget abis ada rezeki.. Terus suami bilang. Ayo promil lagi.. MasyaAllah seneng heheh..
Semangat lah ke Bunda...
Pas itu dr DIP bilang kalo endometriosis saya yang sebelah kanan Alhamdulillah menghilang. Beliau tanya.. Berobat apa kok bisa ilang endometriosisnya? Aku jawab.. Apa karena akupunktur itu ya? Trus beliau mendeteksi ada endometriosis di rahim sebelah kiri.. Tapi Alhamdulillah kecil cuma 0.9 cm. Alhamdulillah ...
Terakhir dokter DIP nyaranin.. Kalau udah ilang gini endo nya coba kita promil alami aja... Siapa tahu bisa hamil tanpa treatment macam2. . Terus beliau bilang, kalau belum berhasil juga kontrol lagi di hari ke 2-5 haid. Okeh manutt
Beliau cuma resepin vitamin aja asam folat merk Folavit.. Diminum tiap hari.
Dua minggu berlalu.. Folavit resep dokter abis. Trus tanya suami.. Beli lagi apa? Jawab suami, "lanjutkan," hahah
Beli Folavit kedua kalinya Qadarallah belum juga halim.. Sementara budget promil dah gatau kmn larinya 😅😅 jadi ya udin kita chill lagi.
Time went by.. Saya sibuk ini itu, a.k.a jadi ibu2 komplek rempongs hahah..
Sampailah pada Juli - Agustus 2018 saya ada keluar darah di luar masa haid. Saat itu suami langsung menyuruh saya untuk periksa. Yaudin langsung saya ceki ceki RS yang deket. Gasanggup kalo harus ke Bunda Margonda hiks hiks. Gasanggup antrinya. Akhirnya setelah cari2 saya memutuskan untuk ke dokter Shinta Utami di RS Bunda Aliyah. Bunda Aliyah ini RS baru dan ga sejauh ke Bunda Margonda. Pasiennya masih dikit kayaknya. Soalnya seinget saya, dulu sama ditelpon untuk mastiin saya jadi dateng atau ngga. Dan bener setelah sampai ga pake nunggu lama sayapun dipanggil.
Pas udah di dalem, saya ketemu deh sama dokter Shinta.
Bersambung....
Sunday, April 24, 2016
Tentang Optimisme
Sebenarnya saat awal pernikahan saya sudah menyiapkan mental jika belum dikaruniai anak. Persiapan itu contohnya diwujudkan dengan mengikuti seminar infertilitas. Walaupun begitu, saya tetap merasa terkejut ketika belum kunjung diberi karunia kehamilan.
Di satu sisi saya merasa hal ini bukan merupakan masalah serius, namun di sisi lain, terkadang susah juga mengacuhkan perasaan memiliki seperti ini.
Hingga akhirnya di 11 bulan usia pernikahan, kami memeriksakan diri ke dokter ahli infertilitas. Saat itu dokter memeriksa saya dan ternyata di rahim saya ditemukan adanya Endometriosis. Sejak 'divonis' inilah yang menyebabkan saya akhirnya membagi cerita ke dalam media blog. Blog ini sengaja saya buat berbeda dengan yang selama ini saya miliki. Saya buat lagi dengan alamat yang berbeda agar saya bisa lebih bebas bercerita. Identitaspun saya sembunyikan.. bukan buat gaya-gayaan sih, justru karena saya ingin lebih ekspresif dalam bercerita. Apalagi yang dibahas kan masalah reproduksi yaa..
Tapi di samping itu, saya berharap sih blog ini bermanfaat dan pembacanya tidak fokus ke personal penulisnya. Alhamdulillah saya syukuri hingga sekarang, total tayangan lamannya melebihi ekspektasi saya. Sebagai bandingan, blog pertama saya yang sudah ada sejak tahun 2009 saya hitsnya 'hanya' 5000an. Sementara blog ini terbaca mencapai 25.000 dalam waktu 2 tahun saja.
Yang menggembirakan lagi, setiap saya mengetik "Dokter Spesialis Infertilitas di Depok" di mesin pencarian Google, blog saya berada di urutan teratas. Hal ini jauh melebihi ekspektasi saya saat sebelum membuat blog ini. Tapi jujur sih dalam pemilihan judul postingan, saya memang sengaja menggunakan bahasa baku.
Begitulah.. semoga Tuhan selalu meluruskan niat saya untuk membagi pengalaman dengan pasangan-pasangan lain yang belum memiliki anak. Semoga pembaca merasa memiliki teman yang senasib. Juga semoga referensi-referensi yang hadir di setiap postingan blog ini bisa menjadi solusi dan akhir dari penantian teman-teman.
Salam hangat,
Istri Shalihah (Insyaa Alloh)
Ps: doain biar lebih rajin posting yah
